BLEACHING
- DEFINISI
Bleaching pada gigi adalah upaya untuk mendapatkan warna gigi geligi yang lebih cerah dengan menggunakan bahan-bahan pemutih gigi.
- INDIKASI DAN KONTRA INDIKASI BLEACHING
I. INDIKASI
Indikasi dari bleaching adalah :
1. Ketidak puasan pasien terhadap warna gigi
2. Memperpanjang pemenuhan estetik dari mahkota tiruan yang akan lebih terang dibandingkan gigi asli sesuai warna mahkota tiruan.
3. Merawat gigi yang secara tunggal lebih gelap, baik pada keadaan vital / nonvital.
II.KONTRA INDIKASI
Walaupun bleaching merupakan suatu perawatan yang aman dan efektif dalam memperbaiki penampilan gigi, tidak semua gigi membutuhkan bleaching. Misalnya pada noda eksrinsik pada permukaan gigi, dapat dihilangkan dengan rubber cup bersamaan dengan pasta profilaksis, dsb. Berikut ini adalah kontra indikasi penggunaan bleaching:
1. Pasien dengan hipersensitivitas pada gigi.
2. Anak-anak dengan pulpa yang lebar
3. Gigi yang mengalami keretakan.
4. Wanita hamil dan menyusui.
5. Seseorang yang alergi terhadap bahan bleaching.
6. Pasien dengan restorasi estetik.
7. Pasien dengan riwayat kelainan TMJ.
8. Pasien yang mengalami bruxism.
- MEKANISME BLEACHING
Mekanisme dari Perokside
Hidrogen perokside (H2O2) pada keadaan alami bersifat cair, sedikit asam dan bila terurai secara alami akan menghasilkan air dan oksigen. H2O2 juga bersifat oksidator karena mampu menghasilkan oksigen aktif (radikal bebas). Proses pemutihan akan terjadi apabila pada bahan peroksida dilakukan pengubahan pH, suhu, cahaya untuk mendapatkan oksigen aktif, yang dalam hal ini bersifat elektrofilik. Elektrofilik berarti hanya memiliki satu elektron pada susunan kimianya dan berusaha mendapatkan kestabilan. Oksigen aktif akan tertarik kepada daerah yang kaya dengan ikatan ganda, memutuskan ikatn tersebut menjadi ikatan yang lebih sederhana, dan secara visual nampak perubahan warna menjadi lebih terang.
1. Perubahan pH akan menghasilkan oksigen aktif (radikal bebas/perhydrol) dalam bentuk ikatan heterolitik (deprotonosasi meninggalkan pasangan elektron).
HOOH pH H + : OOH
(OOH merupakan oksigen aktif)
2. Tindakan pemberian cahaya atau panas akan membentuk ikatan homolitik (pemakaian bersama pasangan elektron).
HOOH suhu H + .OOH,.
(OOH merupakan oksigen aktif)
Bahan pemutih umumnya berisikan surfactan dan pigmen dispersan. Surfactan berfungsi sebagai wetting agent, yang akan memudahkan H2O2 berdisfusi ke dalam jaringan gigi. Pigmen dispersan berfungsi sebagai agen pemelihara kestabilan dalam bentuk gel atau dalam bahasa kimia disebut dengan suspensi.
MACAM-MACAM TEHNIK BLEACHING
- IN-OFFICE BLEACHING[1,2,3,5]
Tahap prosedur klinis in-office Bleaching
- Rencana perawatan
Rencana perawatan yang baik juga menentukan keberhsilan dari in-office Bleaching, seperti :
- Riwayat kesehatan gigi
- Dental X-ray
- Medical history
- Photograph
- Prosedur
- Inform concern
2. Pemilihan teknik dan alat
Alat atau sarana yang dipergunakan sebagai pemicu atau accselerator proses dapat dikategorikan kedalam :
2.1. Menggunakan sinar atau panas
2.2. Menggunakan bahan kimia
2.3. Kombinasi keduanya.
1.1Menggunakan sinar atau panas.
Banyak produk telah menggunakan media cahaya sebagai accselerator dibandingkan dengan panas. Kerugian yang ditimbulkan oleh pemakaian accselerator berbasis panas, terutama adalah terjadinya sensitifitas, dehidrasi dan lagi pula panas yang optimal yang diperlukan untuk mempercepat reaksi pemutihan gigi lebih tinggi dari ambang aman yang diterima jaringan vital geligi.
Pemakaian media sinar kedalam proses pemutihan dikarenakan teknologi bahan yang sudah sedemikian rupa sehingga energi cahaya yang diterima diubah menjadi energi yang mengaktivasi hydrogen perokside dalam suatu rangkaian reaksi yang melibatkan bahan photo-initiator. Saat ini media penyinaran sudah disederhanakan, sehingga hanya dengan memakai cahaya atau alat lightcure yang biasa dipakai untuk pengerasan bahan tumpatan resin komposit dapat pula digunakan sebagai alat untuk mempercepat proses pemutihan. Artinya bahwa bahan pemutih ada saat ini sudah jauh lebih baik, didalamnya sudah diberikan bahan yang mampu menyerap energi cahaya menjadi pemicu dan mempercepat pembentukan radikal aktif untuk pemutihan.
Apabila menggunakan mediator cahaya sebaiknya dilakukan proteksi pada jaringan lunak baik pada gusi dan sekitar rongga mulut karena kuat cahaya yang digunakan sangat tinggi dan panas dapat timbul sehingga dapat mengakibatkan kekeringan dan luka pada gusi dan jaringan lunak sekitar mulut disamping itu menggunakan H2O2 yang tinggi konsentrasinya yang dapat memberikan rasa panas seperti terbakar bila terkena jaringan lunak.
1.2Menggunakan bahan kimia
Bleaching diklinik/tempat praktek menggunakan bahan yang lebih kuat dibandingkan bleacing dirumah ( biasanya larutan hydrogen peroksidase 35%). Zat yang kuat ini ( 10X lebih kuat dibandingkan carbamide peroksidase 10%) penting untuk menghasilkan perbaikan yang cepat seperti yang diharapkan. Tiar perusahaan / produsen menyediakan zat bleaching mereka dalam berbagai bentuk. Ada yang sangat cair dan ada pula yang berbentuk gel. Beberapa diantaranya dipasarkan dalam bentuk kombinasi powder – liquid yang dicampur untuk aktivasi kemudian ditempatkan ke gigi. Selain itu, ada yang dijual dalam bentuk larutan siap pakai dalam suatu syringe.
Seperti diutarakan dimuka bahan pemutih saat ini sudah dibuat dalam bentuk yang lebih baik, berupa gel pada umumnya, dikombinasikan dengan air (seperti OpalescenceTM dari Ultradent), atau memakai bahan titanium oksida yang mampu mengkatalisator pemutihan. Bahan penaktivasi hydrogen peroxide seperti yang ada pada Opalescence Xtra Boost dengan senyawa Red Carrotnya, dan lain-lain. Kesemuanya tersebut dibuat untuk memudahkan proses pemutihan tanpa mengurangi efektifitas kerja bahan.
1.3Kombinasi keduanya
Kombinasi pemakaian media cahaya pada satu sisi dan penambahan accselerator pada proses pemutihan pada sisi lain menjadikan pemutihan gigi saat ini menjadi semakin mudah. Hasilnyapun akan jauh lebih baik apabila mengkombinasikan kedua proses tersebut secara bersamaan. Beberapa produsen bahkan sengaja membuat media cahaya tersendiri untuk mempercepat proses pemutihan seperti Brite Smile, Ti White science, Rembrandt dan lain-lain.
3. Tahap persiapan
3.1. Pembuatan foto klinis dilakukan sebagai data dasar. Permukaan gigi harus dibersihkan dari berbagai deposit; stain, dental plak (harus diingat bahwa proses pemutihan gigi adalah proses oksidasi bahan organik, dalam plak banyak kandungan bahan organik yang kalau tidak dihilangkan akan bereaksi lebih dahulu dengan bahan pemutih yang pada akhirnya mengurangi efektifitas proses pemutihan gigi) dan kalkulus. Pada pasien paska pemasangan braces, sisa semen dan adesif harus dibersihkan sampai didapat permukaan gigi yang sesungguhnya.
3.2. Adakalanya pada permukaan email terdapat dekalsifikasi (bercak berwarna putih, kuning atau coklat) dan umumnya memiliki rata-rata kedalaman 0,2 mm. Bila kondisi ini dijumpai, dengan kedalaman 0,2 mm atau kurang, idealnya tindakan demineralisasi pada daerah tersebut dilakukan dengan mikroabrasi secara mekanis baik dengan bur atau pasta mikroabrasi sebelum dilakukan Bleaching.
3.3. Isolasi dan perlindungan terhadap gigi dan jaringan lunak dalam mulut.
3.4. Perlindungan juga dilakukan terhadap pasien dan seluruh operator dari panas dan cahaya pada proses pemutihan. Jangan memberikan anastesi lokal pada pasien, karena diperlukan reaksi dari pasien bila terdapat kebocoran pada bahan pelapis, rasa sensitif pada pasien atau panas yang berlebihan dapat timbul karena bahan pemutih terlalu yang banyak.
4. Aplikasi bahan bleaching
Terdapat beberapa perbedaan prosedur pemutihan tergantung pada etiologi dan keparahan dari pewarnaan, juga dari teknik yang dipakai sesuai dengan merek bahan yang digunakan. Hal berikut ini dapat dijadikan bahan pertimbangan :
- Jumlah kunjungan perawatan yang diperlukan akan berbeda. Gigi yang mengalami pewarnaan akibat minuman kopi, teh, usia atau kasus fluorosis, memberikan hasil yang baik rata-rata hanya dalam satu atau dua kali kunjungan.
- Konsentrasi bahan yang akan dipakai juga dipertimbangkan tergantung dari tingkat pewarnaan yang terjadi.
- Metode pengaplikasian bahan pada gigi juga berbeda, tergantung derajat dan lokasi pewarnaan
5. Proses Bleaching
Bleaching umumnya berlangsung kira-kira satu jam yang merupakan 2 sampai 3 kali prosedur pemaparan bahan aktif kepermukaan geligi dan sekitar 20 menit penyinaran.
- TAKE-HOME BLEACHING
Definisi dari take-home bleaching adalah pemutihan gigi yang dilakukan sendiri oleh pasien di bawah pengawasan dokter gigi. Berdasarkan definisi tersebut maka pemutihan gigi metoda ini dapat dilakukan tidak hanya di rumah, tapi dapat juga dilakukan diantara waktu kesibukan seperti bekerja ataupun dalam perjalanan. Metode ini merupakan cara emutihan gigi yang paling ekonomis dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi. Cara ini memerlukan kedisiplinan pasien yang tinggi karena fungsi dokter disini adakah sebagai pengawas saja, cara ini paling banyak direkomendasikan karena keamanannya dan hasil akhir yang baik.
Penggunaan bahan carbamide perokside 10% diakui aman oleh banyak pihak untuk melakukan pemutihan gigi. Pada teknik ini digunakan suatu wadah yang disebt dengan bleaching tray dan bahan pemutih berbentuk gel.
Perkembangan yang terjadi pada teknik ini adalah pada desain dan bahan dari wadah dimana diupayakan untuk dapat menyimpan bahan pemutih selama mungkin dan tanp menimbulkan iritasi, juga pada kekentalan dan komposisi bahan pemutih agar dapat bekerja lebih lama dan lebih baik, selain itu masih terjadi perdebatan mengenai waktu penggunaan apakah lebih baik pada wktu tidur dimana aliran saliva sangat rendah sehingga tidak terjadi pengenceran bahan pemutih yang digunakan disamping tidak menggangu kegiatan sehari-hari atau sore hari dimana pasien dapat mengontrol penuh atas kemungkinan terjadinya efek samping seperti sensitifitas dan dapat memperbaharui bahan pemutih setelah digunakan untuk satu atau dua jam agar selalu digunakan bahan pemutih dengan konsentrasi optimal sehingga proses Bleaching dapat berjalan dengan efektif.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan take-home bleaching
- Diagnosis berdasarkan etiologi dari pewarnaan gigi
- Rencana perawatan yang paling sesuai dengan etiologi dari pewarnaan.
- Lakukan pemeriksaan secara teliti pada 10 gigi anterior di rahang atas dan bawah apakah ada tumpatan, crown, karies, gigi non vital, crack, enamel chip, abrasi dan resesi.
- Informasikan pada pasien bahwa warna gigi yang sudah ditumpat tidak akan berubah (tetap)
- Panoramic dental X-ray foto membantu untuk mengetahui secara menyeluruh kondisi geligi pasien
- Pada awal sebelum dilakukan perawatan, dibuatkan foto dengan contoh warna pembanding rekam foto ini merupakan standard procedure, demikian juga selama perawatan dan akhir dari perawatan.
- Pembuatan Dental Whitening tray (wadah penampung)
Keunggulan dari teknik in-office bleaching dibandingkan dengan teknik take-home bleaching.
- Penghematan waktu
- Penghematan material
- Efektifitas: take-homeBleaching hanya akan berhasil pada pasien yang memang memiliki motivasi yang tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar